Selasa, 07 Agustus 2012

Berita budaya hardnews : 5 Langkah Menyelamatkan Muaro Jambi untuk SBY

foto

JUM'AT, 10 FEBRUARI 2012

Jakarta - Ahli Arkeologi Mundardjito, budayawan Goenawan Mohamad, dan sejumlah tokoh dari berbagai kalangan mengeluarkan petisi Save Muaro Jambi.

Petisi berisi lima poin langkah penyelamatan percandian kuno itu dilayangkan kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Gubernur Provinsi Jambi Hasan Basri Agus, dan Bupati Kabupaten Muarajambi Burhanuddin Mahir.

Poin pertama yang mereka tuntut, pemerintah pusat dan daerah Jambi segera mengukuhkan kawasan percandian Muaro Jambi sebagai kawasan cagar budaya nasional yang dilindungi oleh Undang-Undang Cagar Budaya Nomor 11 Tahun 2010.

Poin kedua, kawasan budaya itu ditetapkan sebagai kawasan strategis nasional berdasarkan UU Nomor 26 tahun 2007 Tentang Penataan Ruang.

Poin ketiga, pemerintah menerbitkan payung hukum bagi pelestarian kawasan percandian Muaro Jambi sebagai kawasan wisata sejarah terpadu, seperti yang telah dicanangkan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada 22 September 2011.

Poin keempat, mereka mendesak perusahaan-perusahaan yang beroperasi di kawasan percandian Muaro Jambi untuk segera menghentikan semua aktivitasnya dan merehabilitasi semua kerusakan.

Poin terakhir, pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan masyarakat melakukan langkah nyata menyelamatkan dan mengembangkan kawasan percandian Muaro Jambi, termasuk mengupayakan dengan maksimal diperolehnya pengakuan situs ini sebagai warisan dunia (World Cultural Heritage) dari UNESCO.

Siapa pun yang ingin ikut berpartisipasi memberikan dukungan bisa mengakses http://www.petitions24.com/save_muarajambi. Sampai Jumat, 10 Februari 2012, sekitar pukul 14.30, sudah ada 135 orang yang menandatangani petisi itu. Melalui gerakan itu mereka berharap Presiden SBY, Pemerintah Provinsi Jambi, dan Pemerintah Kabupaten Muaro Jambi, mengapresiasi tuntutan.

Kawasan cagar budaya Muaro Candi adalah daerah-daerah yang mencakup tujuh wilayah desa di Kabupaten Muaro Jambi. Ketujuh desa tersebut adalah Desa Dusun Baru, Desa Danau Lamo, Desa Muarajambi, Desa Kemingking Luar dan Desa Kemingking Dalam, serta Desa Teluk Jambu dan Desa Dusun Mudo.

Di kawasan ini terdapat kompleks candi peninggalan masa Hindu-Buddha yang dibangun pada abad VII-XIV Masehi. Kawasan tersebut memiliki luas 2.612 hektare. Candi-candi yang terdapat di wilayah itu adalah Candi Teluk I, Candi Teluk II, Candi Cina, Menapo Cina, Menapo Pelayangan, Menapo Mukti dan Menapo Astano. Menapo adalah tumpukan batu yang sudah tertimbun.

Salah satu anggota Perhimpunan Pelestarian Muaro Jambi (PPMJ), Metta Dharmasaputra, yang ikut menandatangani petisi, mengatakan petisi ini merupakan salah satu bentuk upaya penyelamatan kekayaan bangsa.

“Langkah ini kami lakukan agar negara lain tidak mengklaim kekayaan budaya milik bangsa Indonesia,” ujar Metta kepada Satwika dari Tempodalam konferensi yang digagas PPMJ di Jakarta pada Kamis, 9 Februari 2012.

Berita sosial softnews : Penyebab Kematian Whitney Belum Diketahui




SENIN, 13 FEBRUARI 2012


LOS ANGELES Penyanyi Whitney Houston ditemukan tewas di sebuah kamar di Hotel Beverly Hilton, Beverly Hills, Sabtu (11/2/2012) waktu setempat. Seperti dikutip Miami Herald, hingga saat ini penyebab kematiannya belum diketahui. Sumber yang tak mau disebut namanya mengatakan, hingga saat ini investigasi seputar kematian Whitney masih berlangsung. 

Petugas kepolisian dan paramedis telah tiba di hotel tersebut dan menemukan ia telah meninggal dunia. Selama ini, Whitney diketahui menderita akibat penggunaan obat-obatan dan alkohol. Beberapa waktu lalu, ia juga diinformasikan mengalami kebangkrutan. Penyanyi y
ang pernah menderita ketergantungan kokain dan akhirnya sembuh ini telah menghabiskan semua hartanya, termasuk uang kontrak rekaman senilai 100 juta dollar AS. Dikabarkan, Houston secara keuangan ditunjang oleh perusahaan rekaman Arista/BMG, yang telah membayar uang muka untuk albumnya yang berikut. 

Whitney meninggal dunia pada usia 48 tahun. Kabar kematiannya pertama kali disampaikan Kristen Foster.  
Keberadaannya di Beverly Hills dalam rangka menghadiri acara pre Grammy Awards.

Berita sosial hardnews : TAMAN MINI INDONESIA INDAH DI USULKAN OLEH PEMERINTAH RI SEBAGAI : WARISAN BUDAYA DUNIA TAK BENDA KATEGORI BEST PRACTICES KE UNESCO





SENIN, 13 FEBRUARI 2012

RUANG apresiasi, eksplorasi dan pengenalan kebudayaan Indonesia terasa semakin kurang mendapat tempat. Terlebih di ranah industri budaya pop. Wadah untuk menuangkan ide-ide kreatif kultural hampir tak ada. "Hal ini seolah menjadi penegasan potret kebudayaan kita dewasa ini. Maka kemudian menjadi keharusan bagi kita untuk mengetengahkan kebudayaan kita; budaya Indonesia, melalui usaha-usaha yang dinamis dan tumbuh berdasarkan potensi multikultural bangsa,
Globalisasi berpengaruh terhadap perkembangan budaya bangsa Indonesia. Dan bahkan berpengaruh terhadap memudarnya nilai-nilai budaya. Kebudayaan adalah identitas sebuah bangsa. Kebudayaan Indonesia, adalah kebudayaan Nasional yang bersumber dari kebudayaan daerah. "Perlu adanya upaya pelestarian secara terus-menerus sehingga cipta, karsa, dan karya manusia Indonesia tidak hilang. Karenanya perjalanan 37 tahun Taman Mini Indonesia Indah (TMII) ini, adalah momen penting. Kami ingin mengembangkan TMII ini menjadi Wahana toleransi dan kerukunan umat. Sebelumnya TMII telah mencapai prestasi dengan ditetapkan pemerintah RI sebagai Lembaga Konservasi Flora dan Fauna Indonesia (2010), Lembaga Pelestarian Budaya Indonesia (2011) dan tahun 2012 ini diusulkan menjadi ; CREATION OF CULTURAL SPACE FOR SAFEGUARDING Development and Education in Cultural Heritage ke UNESCO dengan kode pendaftaran : BP Reg. No. 00621.

Di TMII semua pesona budaya Nusantara bisa dinikmati. Di pusat rekreasi massa yang memiliki kearifan budaya ini masyarakat dapat meneliti ragam budaya Nusantara. "Saatnya menaruh perhatian lebih pada kebudayaan Nasional. Sesuai dengan arah pengembangan wahana kita, tentu kegiatan-kegiatan bersifat kultural akan lebih ditingkatkan. Mempertahankan apa yang sudah dicapai untuk kemudian dapat lebih meningkatkannya. Yaitu; pelestarian, pengembangan dan pendidikan kebudayaan untuk generasi penerus. Mudah-mudahan kita bisa tetap eksis dalam upaya pelestarian ini,
Satu hal yang tidak mudah adalah mengusahakan agar budaya Nusantara  dapat diterima oleh anak-anak muda Indonesia, di tengah gempuran budaya asing. "Oleh karena itu TMII memiliki tanggung jawab tidak saja dalam pelestarian budaya, tetapi juga pengembangan agar warisan budaya ini tetap lestari dan up to date. Dan inilah yang tengah kami lakukan untuk saat ini. Melalui sosialisasi secara komprehenship dan berkesinambungan.


Berita sosial hardnews : MENJAGA BUDAYA BETAWI DARI GLOBALISASI




SENIN, 13 FEBRUARI 2012

Beberapa upaya pelestarian budaya Betawi terus dilakukan Pemerintah, seperti membuka cagar budaya, Festival Palang Pintu, dan pendaftaran budaya Betawi sebagai budaya warisan dunia.
Era tahun 80 hingga 90-an warga Jabodetabek, khususnya warga Ibukota Jakarta, mungkin tidak ada yang tidak mengetahui seni budaya ondel-ondel dan lenong sebagai seni budaya leluhur Betawi, suku bangsa penduduk asli Ibukota Jakarta. Namun sebaliknya, di era millenium ketiga ini, mungkin hanya tinggal sedikit orang yang mengenal dan mengetahui soal seni tersebut. Demikian juga halnya dengan budaya Betawi lainnya, kini banyak yang hampir punah seiring perkembangan zaman.
Sebagai ibukota negara, Jakarta yang menjadi pusat perkembangan modernisasi, pusat pembauran sekaligus menjadi pusat perubahan, memang mendapat tantangan ekstra besar dalam pelestarian budaya ini. Seperti dikatakan Ketua III Badan Musyawarah Betawi DKI, Beky Mardani, pelestarian kebudayaan Betawi merupakan permasalahan yang cukup kompleks. Karena, tantangan yang dihadapi bukan hanya pengaruh budaya nasional tapi juga internasional.
Seperti disebutkan di atas, di samping sudah bergeser dari fungsi awal, semakin banyak kebudayaan Betawi yang tidak dapat dinikmati masyarakat saat ini. Seni pertunjukan ondel-ondel misalnya, seni dengan boneka besar setinggi dua meter lebih ini sebenarnya awalnya difungsikan sebagai penolak bala atau gangguan roh halus yang gentayangan. Belakangan, ondel-ondel biasa digunakan untuk menambah semarak pesta-pesta rakyat seperti peresmian gedung baru atau untuk penyambutan tamu terhormat. Kini, seni ini bahkan semakin jarang digelar walau pada pesta rakyat sekalipun.
Seni pertunjukan khas Betawi lain yang dulu sangat terkenal namun kini hanya sesekali ditampilkan adalah Lenong. Lenong merupakan teater tradisional Betawi yang diiringi musik gambang kromong, musik khas Betawi. Lakon atau skenario lenong umumnya mengandung pesan moral, seperti menolong yang lemah, membenci kerakusan dan perbuatan tercela.
Pada mulanya, kesenian ini dipertunjukkan dengan mengamen dari kampung ke kampung. Pertunjukan diadakan di lapangan terbuka tanpa panggung. Ketika pertunjukan berlangsung, salah seorang aktor atau aktris mengitari penonton sambil meminta sumbangan secara sukarela. Dalam perkembangannya, lenong mulai dipertunjukkan atas permintaan pelanggan dalam acara-acara di panggung hajatan seperti resepsi pernikahan. Di awal kemerdekaan, teater rakyat ini pun menjadi tontonan panggung. Namun seperti seni budaya lainnya, lenong kini sudah semakin jarang digelar.
Sebagai suku yang terbuka, beberapa budaya Betawi juga dipengaruhi budaya luar. Musik Betawi misalnya, sudah dipengaruhi budaya Tionghoa. Hal tersebut dapat ditemukan pada penggunaan alat musik khas Tionghoa seperti tehyan, kongahyang, dan sukong.
Tidak hanya seni budaya musik dan tari yang terancam tergerus akibat arus globalisasi. Tapi juga budaya lain seperti pertanian, arsitektur, serta tata cara pernikahan yang disebut Palang Pintu. Kawasan Condet misalnya, daerah yang dahulu dikenal sebagai penghasil salak dan duku, serta wilayah pemelihara terakhir bangunan khas Betawi, kini kondisinya terabaikan. Budaya Palang Pintu juga sedikit banyak telah mengalami penggerusan.
Pemprov DKI Jakarta sendiri sebenarnya telah melakukan berbagai upaya. Salah satunya adalah menetapkan Festival Palang Pintu sebagai festival tahunan yang dilaksanakan di Jalan Kemang Raya. Selain itu, belum lama ini cagar budaya Betawi juga dibuka di Setu Babakan, Jagakarsa, Jakarta Selatan. Di objek wisata yang bersetting perkampungan Betawi itu, segala macam hal yang identik dengan kebudayaan Betawi, mulai dari seni pertunjukkan seperti tari topeng dan Lenong, adat pernikahan, beragam panganan khas seperti kerak telor, bir pletok serta Roti Buaya yang sering dijadikan hantaran dalam upacara pernikahan, juga dapat ditemui di sini.
Tak ketinggalan seni bela diri, silat Betawi juga ditampilkan di tempat ini. Dalam rangka memperkenalkan kesenian Betawi pada generasi muda, kursus tari tradisional Betawi juga diadakan di sana. Dan untuk program berkelanjutan, pemerintah DKI juga akan memasukkan seni budaya Betawi ke dalam kurikulum sekolah.
Baru-baru ini, upaya melestarikan seni budaya Betawi juga dilakukan Pemerintah DKI Jakarta dengan usaha mematenkan seni budaya Betawi sebagai warisan budaya negara Indonesia, khususnya kota Jakarta. Sebagai langkah awal, Pemprov DKI telah mendaftarkan seni tari Lenong Betawi kepada Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata sebagai salah satu warisan tak benda yang diakui secara internasional. Setelah lulus seleksi nasional, kemudian akan diajukan menjadi salah satu kebudayaan yang akan didaftarkan sebagai warisan budaya tak benda pada United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO).
Selain tari Lenong, tari topeng Betawi juga ikut didaftarkan. Tetapi karena tari topeng juga didaftarkan oleh provinsi lain, maka tari itu didaftarkan menjadi tari topeng nasional, bergabung dengan tari topeng dari daerah lainnya.MRA (Berita Indonesia 78)

Berita krimal softnews : Minimarket Tak Mau Matikan Pasar Tradisional




SELASA, 14 FEBRUARI 2012

Jakarta - Direktur Corporate Affair PT Sumber Alfaria Trijaya, Tbk Solihin mengatakan pihaknya ingin adanya sinergi antara pasar modern dan pasar tradisional.  Pernyataan tersebut untuk menanggapi ihwal pencabutan larangan pendirian minimarket di Jakarta. “Kami tak ingin mematikan pasar tradisional, kami ingin adanya sinergi,” katanya dalam jumpa pers, di Jalan Kebon Sirih, Jakarta, Jumat 10 Februari 2012.


Menurut Solihin,  reaksi terhadap pencabutan itu  tidak langsung ditanggapi dengan langsung menambah jumlah waralaba  Alfamart atau Alfamidi di Ibukota.  Memang PT Sumber Alfaria sudah lama menetapkan target 800 minimarket selama 2012. Target itu disusun sebelum pencabutan Instruksi Gubernur Nomor 115 Tahun 2012. Dan target itu merupakan pengembangan waralaba di luar Jakarta. “Kami sebelumnya enggak punya target untuk Jakarta. Yang jelas, kami ikut turan yang berlaku,” katanya.

Solihin tidak memungkiri bahwa pasar di Jakarta masih sangat besar. “Kalau dibandingkan dengan rasio masyarakat dan jumlah pasar, masih besar,” katanya. Menurut dia, masyarakat saat ini memiliki kecenderungan untuk memiliki barang yang sudah dilihat bentuknya dan mudah dicapai. “Umumnya jarak ideal konsumen dengan pasar itu kalau jalan antara 5 – 10 menit,” katanya. 

Solihin juga menjelaskan selama ini, PT Sumber Alfaria  telah memberdayakan pedagang kecil dengan memberikan pelatihan manajemen, pelatihan pembukuan, dan memperbaharui fasilitas sarana tempat berdagang. “Tapi dengan syarat, tempat berdagannya tidak di lokasi yang dilarang pemerintah,” katanya. Dia mengatakan telah berkoordinasi dengan unsur terkait seperti satuan polisi pamong praja dalam program pemberdayaan tersebut. 

Berita Kriminal hardnews : Sopir Bus Maut Cisarua Ditangkap




SELASA, 14 FEBRUARI 2012

Bogor - Kepolisian Resor Bogor menangkap sopir bus Karunia Bakti yang sempat melarikan diri setelah kecelakaan maut di Jalan Raya Puncak depan Pafesta Cisarua, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Jumat malam, 10 Februari 2012.


Kepala Satuan Lalu Lintas Kepolisian Resor Bogor Ajun Komisaris Syarif Zainal Abidin, Sabtu dini hari, 11 Februari 2012, mengatakan saat ini sudah menahan sopir tersebut. Menurut Syarif, berdasarkan keterangan beberapa saksi, sopir tersebut sempat melarikan diri.

Syarif belum mau menyebutkan identitas sopir yang saat ini sudah ditetapkan sebagai tersangka. "Daftar nama sudah ada. Sopir sudah diamankan," katanya. 

Syarif mengatakan polisi untuk sementara menetapkan satu tersangka dalam peristiwa kecelakaan. Tersangka adalah sopir bus Kurnia Bhakti yang sempat melarikan diri saat peristiwa terjadi.

Peristiwa kecelakaan beruntun yang melibatkan 12 kendaraan terjadi Jumat pukul 18.40 WIB. Bus Karunia Bakti jurusan Garut-Jakarta menabrak sejumlah kendaraan yang berada di depannya.

Diduga karena rem blong, bus menghantam bus Doa Ibu dan menabrak sejumlah kendaraan roda empat, roda dua, dan warung makan. Sebanyak 14 orang dinyatakan tewas dan 47 lainnya luka-luka.

Korban meninggal dievakuasi ke Rumah Sakit Paru Cisarua, sedangkan sebagian korban luka dilarikan ke Rumah Sakit Ciawi.

Berita kriminal hardnews :Nama Korban Tewas dan Luka Tabrakan Maut Cisarua




SENIN, 13 FEBRUARI 2012

Bogor - Seluruh korban tewas dan luka tabrakan bus Karunia Bakti di depan Pasar Festival Cisarua, Jalan Raya Puncak, Bogor, Jawa Barat, akan mendapat santunan dari Jasa Raharja. Dalam kecelakaan tragis ini total korban luka-luka sebanyak 64 orang. Sedangkan jumlah korban tewas masih simpang siur.


“Santunan untuk korban meninggal dunia sebesar Rp 25 juta dan maksimal Rp 10 juta bagi korban luka," kata Kepala Divisi Pencegahan dan Pelayanan Jasa Raharja, Budi Rahardjo, di Rumah Sakit Paru Gunawan Saroso, Cisarua, Jumat malam, 11 Februari 2012.

Menurut Budi, santunan untuk korban meninggal dunia akan diberikan kepada pihak keluarga mulai Senin mendatang. "Teknisnya kami koordinasikan dengan pemerintah daerah dan pihak keluarga korban."

Berikut data korban tewas 

Korban tewas : 
1. Hasan Ansori, Cianjur
2. Solahudin, Cianjur
3. Duduh Suparman, Bogor
4. Apit, Karang Tengah, Citeureup, Bogor
5. Isah, Cisarua, Bogor
6. Lili Tifah, Cileduk, Tanggerang
7. Diat, Cibuntu, Garut
8. Dadan Suherlan, Garut
9. Dade Zaenaludin, Cianjur
10. Deah, Salahnunggal, Garut
11. Nurul Iman, Sukawening, Garut
12. Iin Solihin, Cianjur
Sementara, ada informasi yang menyebut tiga orang tewas lainnya belum teridentifikasi.

Korban luka di Rumah Sakit Paru Gunawan Saroso:
1. Dede Wahyudi, Cipatat, Bandung 
2. Mulyana Saputra, Cipatat, Bandung
3. Dedi Mulyadi, Cipatat, Bandung
4. Muktar, Cilengkrang, Bandung
5. Jajang Komarudin, Sukaresmi, Bandung
6. Iwan, Cipongkor, Bandung
7. Asep Lukman, Babakan, Bandung
8. Odang Suhendar, Padalarang, Bandung
9. H. Apen, Cipongkor, Bandung
10. Yayah, Cilengkrang, Bandung
11. Sutisna, Padalarang, Bandung
12. Odang, Padalarang, Bandung
13. Nurahayati, Cibiuk, Garut
14. Dadah, Leles, Garut
15. Rapka, Garut
16. Nurdin Cibuntu, Garut
17. Nurdin , Lebak Kayu, Garut
18. Pebri Ramadhan, Cimacan, Cianjur
19. Siti Nuraini, Cikondang, Cianjur
20. Muhamat Rohima, Sukamahi, Tasik
21. Didit Setia Wibawa, Karang Tengah, Cianjur
22. Obir, Cipeuyem, Cianjur
23. Bariah, Campaka, Cianjur
24. Fardan, Cempaka, Cianjur
25. Eki Ardiansyah, Pamoyanan, Cianjur
26. Rendi, Lingkang Haur, Cianjur
27. Eni, Pamoyanan, Cianjur
28. Juhaya, Pasir danas, Cianjur
29. Dede R. Balakang, Cianjur
30. Susanti Subita, Sukasarana, Cianjur
31. Cucu Nurhati, Warung Kondang, Cianjur
32. Rini Cirangjang, Cianjur
33. Atang, Cugenang, Cianjur
34. Samsudin, Cugenang, Cianjur
35. Edi JUnaedi, Cisarua, Bogor
36. Alpia Reza, Tugu Utara, Bogor
37. Ujang Suharsa, Caringin, Bogor
38. Naila, Cisarua, Bogor
39. Nova Amelia, Sukamahi, Mega Mendung
40. Hadi, Cisaat, Sukabumi
41. Agus, Kebayoran baru, Jakarta Selatan
42. Naila, Kebayoran Baru, Jakarta
43. Nesya, Kebayoran Baru, Jaksel
44. Santi Ayu, Matraman, Jakarta
45. Irwan Adi parama, Ciracas, Jakarta
46. Eka Riyanto, Tambora, Jakarta Barat
47. Rika, Jatinegara, Jakarta

Korban yang dirujuk ke Rumah Sakit PMI Bogor :
1. Sumpena
2. Samsudin
3. Santi Ayu
4. Dede
5. Eki
6. Dodi
7. Unang
8. Atang

Korban dirujuk di Rumah Sakit Centra Medika, Cibinong:
1. Muslim
2. Alpin Reza
3. Odang
4. Deden Wahyudi
5. Febri R.
6. Eka
7. Rafka
8. Dadah
9. Nuklim